Laman

Selasa, 11 Januari 2011

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji


Ibadah Haji

Haji adalah salah satu jenis ibadah yang banyak menguras tenaga, bukan secara fisik saja, namun juga mental. Makna dari pelaksanaan rukun Islam yang ke lima ini adalah untuk mendekatkan dan penyerahan diri kepada Allah SWT.
Selain maknanya, kita pun harus memahami tata cara ibadah haji yang benar. Agar pelaksanaannya tidak hanya sekedar asal-asalan saja. Tujuannya jelas agar memperoleh haji yang benar-benar mabrur dan selalu mendapat ridha dariNya.

1. Melaksanakan ihram
Kegiatan ini bisa dimulai pada hari-hari pertama bulan Syawal dengan cara mandi dan berwudhu, kemudian mengenakan Ihram untuk melakukan ibadah haji. Setelah itu berangkat menuju Arafah serta melafalkan do’a untuk meniatkan diri. Apabila seseorang hendak melakukan ibadah haji ataupun umrah, maka hendaknya ia berangkat ke Mekkah pada bulan-bulan haji, dan afdhalnya adalah berihram di miqat untuk umrah agar haji yang dilakukannya adalah haji tamattu’. Ia memulai ihram umrahnya dari miqat, dan sesaat sebelum berihram hendaknya mandi terlebih dahulu seperti mandi dari janabat, rambut kepala dan jenggot dioles dengan minyak wangi (farfum), lalu berpakaian ihram.
Sebaiknya memulai ihramnya setelah usai melakukan shalat fardhu, jika memang waktunya telah masuk, atau sesudah melakukan shalat sunnah wudhu; sebab tidak ada shalat sunnat khusus untuk ihram dan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Kemudian bertalbiyah dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ عُمْرةً، لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكََ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شرِيْكَ لَكَ.
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah aku penuhi; aku penuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu; Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan adalah milik-Mu dan begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.”
Talbiyah tersebut terus dilakukan hingga tiba di Mekkah. Talbiyah dihentikan apabila akan memulai thawaf; thawaf dimulai dengan mengusap dan mengecup Hajar Aswad jika hal itu memungkinkan, namun jika tidak, maka cukup dengan berisyarat saja kepadanya sambil mengucapkan:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ، وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ، وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

“Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Mahabesar; Ya Allah, karena iman kepada-Mu, percaya kepada kitab suci-Mu, dan karena memenuhi janji-Mu serta mengikuti sunnah nabi-Mu Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam.”
Posisi Ka’bah harus berada pada posisi sebelah kiri dan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dan diakhiri pada Hajar Aswad. Bagi laki-laki disunnatkan berlari-lari kecil pada putaran ketiga pertama dengan cara mempercepat jalan dan memperpendek langkah serta melakukan idhthiba’ selama thawaf, yaitu membiarkan pundak kanan terbuka sedangkan pundak kiri tertutup oleh kain ihram (diselendangkan). Dan setiap kali berada pada posisi sejajar dengan Hajar Aswad bertakbir (mengucapkan: Allahu Akbar), dan di saat berada di antara sudut Rukun Yamani dan Hajar Aswad berdoa dengan membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
“Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat kelak, dan hindarkanlah kami dari adzab api Neraka.”
Untuk selebihnya boleh berdzikir dan berdoa dengan dzikir atau doa apa saja yang kita kehendaki.
Dalam thawaf tidak ada doa tertentu pada setiap putarannya, maka dari itu hendaknya kita waspada terhadap berbagai buku kecil yang ada di tangan para jama’ah haji, yang di dalam buku itu ditulis doa khusus untuk setiap putaran thawaf; itu semua adalah bid’ah tidak pernah dilakukan atau diajarkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, sementara beliau sudah menegaskan: “Setiap bid’ah itu adalah kesesatan”.
Ada satu perkara yang wajib diperhatikan oleh orang yang melakukan thawaf, yaitu kesalahan yang dilakukan oleh sebahagian jama’ah pada waktu ramai (berdesak-desakan); mereka thawaf masuk lewat pintu Hijir Isma’il dan keluar dari pintu yang lain. Mereka tidak menyertakan Hijir Isma’il itu sebagai bagian Ka’bah yang wajib di thawafi. Ini adalah suatu kesalahan, sebab Hijir Isma’il itu sebagian besarnya termasuk bagian Ka’bah, maka barangsiapa yang thawaf dengan menerobos lewat pintu Hijir itu, maka berarti tidak memutari (thawaf) Ka’bah dan thawafnya tidak shah.
Seusai melakukan thawaf hendaklah shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, jika hal itu memungkinkan; namun jika tidak memungkinkan, maka hendaklah shalat di mana saja di dalam Masjidil Haram itu. Setelah itu pergi menuju Shafa dan apabila telah mendekatinya membaca:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ …
tanpa mengulanginya kembali sesudah itu. Kemudian naik ke atas Shafa, menghadap ke Qiblat (Ka’bah) lalu mengangkat kedua tangan dan bertakbir serta bertahmid, lalu mengucapkan:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
Kemudian berdoa, lalu mengulang dzikir tersebut, lalu berdoa lagi, berdzikir yang ketiga kalinya.
Setelah itu turun menuju Marwa dengan berjalan kaki biasa hingga sampai pada tanda hijau (tiang hijau), dari tanda hijau itu berjalan cepat (lari-lari kecil) jika hal uitu memungkinkan dan tidak mengganggu orang lain, hingga sampai pada tanda hijau berikutnya, lalu berjalan seperti biasa hingga sampai di Marwa. Apabila telah sampai di Marwa, naik ke atasnya dan menghadap ke Qiblat sambil mengangkat kedua tangan dan membaca bacaan seperti yang dibaca di Shafa. Maka dengan demikian selesailah satu putaran.
Kemudian, dari Marwa kembali berjalan menuju Shafa, ini adalah putaran yang kedua. Bacaan yang dibaca sama dan yang dikerjakan pun sama dengan yang dikerjakan pada putaran pertama tadi. Apabila telah sempurna melakukan tujuh putaran, (dari Shafa ke Marwa dihitung satu putaran dan dari Marwa ke Shafa satu putaran) yang berakhir di Marwa, maka hendaklah menggunting seluruh bagian rambut kepala (memendekkannya) hingga benar-benar tampak pendek. Sedangkan kaum wanita cukup memotong ujung rambutnya sepanjang ujung jari kemudian bertahallul dari ihramnya secara sempurna, melakukan apa saja yang dihalalkan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala seperti mencampuri istri, berwangi-wangian dan berpakaian biasa serta lain-lainnya.
Pada tanggal 8 Dzulhijjah berihram kembali untuk ibadah haji. Dimulai dengan mandi, memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian ihram. Setelah itu pergi menuju Mina dan melakukan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh di sana (shalat lima waktu). Shalat Zhuhur, ‘Ashar dan Isya dilaksanakan secara qashar (dipersingkat menjadi dua raka’at) masing-masing pada waktunya dengan tidak men-jama’nya. Jadi hanya mengqashar saja selama berada di Mina.
Pada keesokan harinya (tanggal 9, hari ‘Arafah) setelah matahari terbit, berangkat lagi menuju padang Arafah, dan jika memungkinkan tinggal di (masjid) Namirah. Tetapi jika tidak memungkinkan maka langsung menuju kawasan Arafah kemudian singgah di sana, lalu apabila matahari sudah condong ke arah barat, lakukanlah shalat Zhuhur dan ‘Ashar dengan cara qashar dan taqdim, setelah itu habiskanlah sisa waktu untuk dzikir mengingat Allah, berdoa kepada-Nya, membaca Al-Qur’an dan amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala. Dan hendaklah saat-saat akhir hari itu digunakan untuk berdoa kepada Allah secara serius, karena saat-saat itu merupakan saat-saat mustajab.

2. Wukuf
Pelaksanaannya adalah tanggal 9 di bulan Zulhijah yang dimulai ketika matahari telah tenggelam hingga mulai terbit lagi pada keesokan harinya, yaitu saat yang tepat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Apabila matahari telah terbenam, berangkatlah menuju Muzdalifah, setibanya di sana lakukanlah shalat Maghrib dan ‘Isya’ secara jama’ qashar ta’khir, dan hendaknya tetap berada di Muzdalifah hingga shalat Subuh. Setelah itu berdoa kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala hingga cahaya tampak terang sekali, kemudian berangkat melanjutkan perjalanan menuju Mina.
 
3. Mabit di kota Mekkah
Waktu pelaksanaannya adalah di waktu malan hingga sebelum matahari terbit. Jamaah haji harus mengumpulkan batu kecil atau kerikil yang jumlahnya 49 serta melaksanakan ibadah shalat subuh, kemudian berangkat ke Mina. Sampai di sana berhenti sementara waktu di monumen yang suci dengan tujuan berzikir serta melakukan shalat subuh.
Bagi orang-orang yang tidak mampu menghadapi desakan para jama’ah (di waktu melontar Jumrah) boleh berangkat dari Muzdalifah sebelum fajar Subuh terbit, karena Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah memberikan keringanan (rukhshah) untuk hal yang demikian.

4. Melempar jumrah
Apabila telah sampai di Mina bergegaslah melontar Jumrah ‘Aqabah dengan tujuh lontaran (lemparan) dengan menggunakan tujuh biji batu kerikil kecil, pada setiap lontaran dibarengi dengan takbir (membaca: Allahu akbar), setelah itu menyembelih hewan hady yang telah disiapkan sebelumnya, lalu mencukur habis rambut kepala. 

5. Tahalul
Yaitu melepas ihram setelah semua rukun ibadah Haji telah rampung dikerjakan. Mencukur habis rambut kepala itu lebih baik dan lebih utama daripada memendekkannya saja, tetapi jika hanya dipendekkan saja, maka tidak mengapa. Bagi wanita cukup memotong ujung rambutnya saja kira-kira seujung jari. Dengan demikian selesailah melakukan tahallul pertama, maka boleh baginya melakukan semua larangan ihram kecuali jima’ (bersetubuh).
Setelah itu pergi ke tempat peristirahatan (kemah) untuk berbersih diri (mandi dll), berwangi-wangian dan memakai pakaian biasa, setelah itu berangkat menuju Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah sebanyak tujuh putaran dan sa’i di Shafa dan Marwa sebanyak tujuh putaran juga. Thawaf dan sa’i tersebut adalah untuk thawaf dan sa’i haji, sebagaimana thawaf dan sa’i yang dilakukan di waktu pertama datang ke Mekkah sebagai thawaf dan sa’i umrah. Maka dengan (melakukan thawaf ifadhah dan sa’i tersebut) boleh melakukan apa saja, termasuk bersetubuh dengan istri.
Mari kita perhatikan apa yang harus dilakukan oleh jama’ah haji pada hari ‘Idul Adha (10 Dzulhijjah)? Jama’ah haji pada hari ‘Idul Adha melakukan: melontar jumrah ‘Aqabah, lalu menyembelih hady (hewan kurban), lalu mencukur atau memendekkan rambut kepala, lalu thawaf, dan kemudian sa’i. Itulah lima manasik haji yang dikerjakan secara berurutan, namun jika dilakukan tidak secara berurutan maka tidaklah mengapa, karena pada suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya tentang mendahulukan yang satu dan menunda yang lain, maka setiap pertanyaan tentang mendahulukan dan mengakhirkan salah satu dari lima macam manasik tersebut beliau jawab, “Lakukanlah dan tidak mengapa”.
Karena itu, jika dari Muzdalifah langsung menuju Mekkah, lalu di sana melakukan thawaf dan sa’i kemudian ke Mina dan melontar, maka tidak mengapa; seandainya melontar lalu mencukur rambut sebelum menyembelih hady juga tidak mengapa; jika melontar lalu pergi ke Mekkah dan mengerjakan thawaf dan sa’i, juga tidak mengapa; dan jikalau setelah melontar, menyembelih dan mencukur rambut lalu pergi ke Mekkah dan melakukan sa’i sebelum melakukan thawaf, juga tidak mengapa. Yang penting adalah bahwa mendahulukan salah satu di antara lima macam manasik tersebut terhadap yang lainnya boleh-boleh saja, karena setiap pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang hal tersebut beliau jawab, “Lakukan dan tidak mengapa”. Itu semua merupakan bagian dari kemudahan dan belas kasih dariIterhadap Allah hamba-hamba-Nya.

6. Mabit di Mina
Amalan-amalan ibadah haji yang masih tersisa sesudah itu adalah mabit (bermalam) di Mina pada malam tanggal 11, 12 dan 13 bagi yang pulang lebih akhir, karena Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, “Dan berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa baginya, bagi orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 203).
Maka hendaklah bermalam (mabit) di Mina pada malam ke 11 dan 12; bermalam pada dua malam itu boleh dengan cara berdiam di sana dalam ukuran malam yang lebih banyak.
Apabila matahari telah tergelincir pada hari ke 11 (tanggal 11) maka melontar tiga Jumrah, dimulai dari Jumrah Shughra, yaitu Jumrah yang pertama yang terletak paling timur dibanding jumrah yang lain. Melontar dilakukan sebanyak 7 kali dengan 7 kerikil secara berurutan, pada setiap lontaran (lemparan) dibarengi dengan takbir (membaca: Allhu akbar), setelah itu beralih sedikit dari keramaian dan menghadap Kiblat dengan mengangkat kedua tangan seraya berdoa (memohon) kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala secukupnya. Kemudian maju menuju Jumrah Wustha lalu melontarnya sebanyak 7 kali secara berurutan, pada setiap lontaran dibarengi dengan takbir, kemudian maju sedikit keluar dari keramaian manusia dan berdoa secukupnya sambil mengangkat kedua tangan dengan menghadap Kiblat; sesudah itu menuju Jumrah Aqabah dan melontarnya dengan 7 kerikil secara berurutan dan setiap lontaran dibarengi dengan takbir. Di sini tidak perlu berdoa karena mencontoh Rasulullah .
Pada hari ke-12 (tanggal 12) melontar tiga Jumrah sebagaimana hari sebelumnya, demikian pula pada hari ke-13 jika menangguhkan keberangkatannya hingga hari ke-13.
Tidak boleh bagi siapa saja melontar pada hari ke-11, 12 dan 13 sebelum zawal (sebelum matahari tergelincir), sebab Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah melontar kecuali sesudah zawal, dan beliau bersabda, “Mencontohlah kamu kepadaku dalam cara melaksanakan manasik haji”.
Para shahabat Nabi pun selalu menunggu waktu zawal untuk melontar, maka apabila waktu zawal tiba mereka pun melontar. Kalau sekiranya melontar sebelum zawal itu boleh, niscaya Nabi n telah menjelaskannya kepada umatnya, baik itu melalui praktek beliau sendiri, ucapannya ataupun melalui iqrar-nya, dan niscaya Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tidak memilih waktu siang hari, yaitu waktu terik panas matahari untuk melontar; apalagi di pagi hari itu lebih memudahkan jama’ah.
Dengan demikian jelaslah bahwa melontar di pagi hari itu tidak boleh, sebab sekiranya melontar di pagi hari itu termasuk ajaran Allah Ta’ala, niscaya Dia ajarkan kepada hamba-hamba-Nya, karena waktu pagi itu lebih mudah, di mana kita ketahui bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta’ala biasanya menetapkan hukum yang termudah bagi hamba-hamba-Nya.
Namun demikian, boleh bagi seseorang yang tidak mampu menahan desakan orang banyak atau berangkat menuju Jamarat (pelontaran) pada siang hari untuk menunda waktu melontarnya hingga di malam hari, karena malam hari masih termasuk waktu melontar; dan tidak ada dalil yang menegaskan bahwa melontar pada malam hari itu tidak sah. Dalil yang ada adalah bahwasanya Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah menetapkan kapan waktu melontar boleh dimulai dan beliau tidak menetapkan batas waktu melontar berakhir, sedang hukum yang menjadi pegangan adalah bahwa perkara yang mempunyai makna mutlaq harus diberlakukan kemutlakannya, kecuali apabila ada dalil lain yang membatasinya dengan suatu sebab atau waktu.
Hendaknya setiap jama’ah haji selalu bersikap hati-hati dan tidak menganggap remeh masalah melontar Jamarat; karena banyak jama’ah yang meremehkannya sampai rela mewakilkannya kepada orang lain untuk melontarkan bagi dirinya, padahal dia masih mampu melontar sendiri! Yang demikian itu tidak boleh dan tidak sah, karena Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam Kitab Suci-Nya: “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”. (Al-Baqarah: 196).
Melontar Jumrah itu termasuk amalan haji, maka tidak boleh diabaikan; dan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun tidak pernah mengizinkan keluarganya yang lemah untuk mewakilkan kewajiban melontar mereka kepada orang lain, beliau hanya mengizinkan kepada mereka berangkat dari Muzdalifah pada dini hari supaya mereka dapat melontar sendiri sebelum keramaian manusia. Dan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun tidak mengizinkan para pengembala unta (yang beribadah haji) yang harus meninggalkan Mina karena ternak mereka untuk mewakilkan lontaran mereka kepada orang lain. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hanya mengizinkan mereka agar sehari melontar dan sehari tidak, lalu mereka melontar pada hari ketiga. Semua itu menunjukkan betapa pentingnya seorang jama’ah haji melontar sendiri dan tidak mewakilkannya kepada siapa pun. Ya, kacuali jika dalam keadaan terpaksa, maka boleh diwakilkan kepada orang lain, seperti karena sakit atau sudah lanjut usia, tidak mampu datang ke tempat pelontaran, atau karena hamil (bagi wanita) yang khawatir akan keselamatan diri dan bayi dalam kandungannya, maka dalam kondisi seperti itu melontar boleh diwakilkan.
Kalau sekiranya tidak karena ada riwayat dari sebahagian shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang menyatakan bahwa mereka melontarkan untuk anak-anak mereka, niscaya kami katakan, “Sesungguhnya orang yang lemah, gugur kewajiban melontarnya, karena melontar adalah kewajiban yang ia tidak mampu melakukannya, oleh karena itu, kewajiban itu gugur karena ketidakmampuannya”, akan tetapi karena ada riwayat jenis perwakilan melontar bagi anak-anak, maka tidak mengapa kalau orang yang tidak mampu melontar sendiri disamakan dengan anak-anak kecil.
Yang penting adalah, kita wajib mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, tidak meremehkannya, dan berusaha semaksimal mungkin melakukannya dengan diri kita sendiri, karena hal tersebut adalah ibadah, sebagaimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَرَمْيُ الْجَمَرَاتِ لإِقَامَةِ ذِكْرِ اللهِ.
“Sesungguhnya thawaf di Baitullah dan di antara Shafa dan Marwa serta melontar Jumarat itu diperintahkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah.” (Dikeluarkan oleh Abu Daud (no. 1888) dalam kitab Al-Manasik, At-Tirmidzi (no. 902) dalam kitab Al-Hajj, Ia mengatakan hasan shahih.)
Apabila haji telah selesai dilakukan, maka seseorang tidak boleh meninggalkan kota Mekkah menuju negerinya sebelum melakukan thawaf wada’ (thawaf perpisahan). Ibnu Abbar Radhiallaahu anhu berkata, “Pada suatu saat orang-orang pada pulang dari segala arah, maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Jangan ada seorang pun yang pulang sebelum akhir urusannya adalah di Baitullah (thawaf).”( kitab Al-Hajj )
Kecuali kalau wanita haid atau nifas dan telah melakukan thawaf ifadhah, maka thawaf wada’ menjadi gugur darinya. Di dalam hadits Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu ia menuturkan, “Para jama’ah haji diperintahkan agar akhir urusan mereka adalah di Baitullah (thawaf), hanya saja thawaf tersebut digugurkan bagi wanita haid”( Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (no. 1755) dalam kitab Al-Hajj, Muslim (no. 380) dalam kitab Al-Hajj.).
Dan juga, karena Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tatkala dikatakan kepadanya, bahwa Shafiyah (istri beliau) telah melakukan thawaf ifadhah, beliau bersabda, “Jika begitu hendaklah ia berangkat.”( Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (no. 1757, 1758, 1759) dalam kitab Al-Hajj, Muslim (no. 382-387) dalam kitab Al-Hajj.) Pada saat itu Shafiyah dalam keadaan haid.
Thawaf wada’ tersebut harus (wajib) menjadi sesuatu yang paling akhir (dari keberadaan kita di Mekkah). Dan dengannya kita dapat mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian jama’ah di saat mereka turun ke Mekkah, di sana mereka melakukan thawaf wada’, lalu kembali ke Mina, dan di Mina mereka melontar lalu berangkat menuju negeri mereka dari Mina adalah salah besar, thawaf wada’ yang mereka lakukan tidak mencukupinya, karena mereka tidak menjadikan thawaf sebagai amalan terakhir yang mereka lakukan, melainkan melontar jumrah yang mereka jadikan sebagai amalan akhir haji mereka.
Haji adalah jenis ibadah yang selalu dirindukan oleh semua pemeluk agama Islam. Oleh sebab itu bagi mereka yang sudah siap secara fisik dan mental dan punya kesempatan, agar segera melaksanakannya secepat mungkin agar kesempatan itu tidak menjadi hilang begitu saja.

Jumat, 19 November 2010

3D Graffiti Widstyle Creative

3D Graffiti - Creative
3d graffiti creative render full
          This design is the second semi wildstyle design that I've created. It's not really all that wildstyle but technique of folding and layering the lettering in 3d is wild enough for me. This style is tricky because you can't just design it in 2d and bring it across into 3d without planning how you want the lettering to appear in 3d space. This really just means knowing which part of the lettering overlaps and what part you want to be behind.
           This design follows on from 'skeme using the same techniques that I used in that design but translated to work with this style. I've started to get into blocking out the depth in my lettering using layers instead of one shape, this seems to work really well when you bend the lettering so that you can see under the 3d shape as you get the effect of a 'core' layer or a layer that is sandwiched between two other layers. This also seems to work really well when you turn the inner layer into a light emitting shape as it illuminates the lettering from the center and creates some interesting light effects.



3d graffiti creative render close up
Close up of 'E and texture
          I spent a lot of time on the texture for this work even though it looks just like a simple metal texture it is actually a composite with about 10 layers. From the base stainless steel to a grease layer and a sort of brown/blue overlay color to get some color into the metal. It also has a bump layer applied so that the texture catches some of the light. Again getting the lighting right on a metal object in a black space is actually rather tricky...In this design I ended up using a lighting rig of 8 lights pointing in various directions to get it to look right. I've been reading up on studio lighting techniques to improve my design work and have learned a lot from some photography books.

3d graffiti creative render side view
Side view of blue core

          This view shows the dimension and layering to the depth of the letters. Really happy with the way that this work turned out it seems to be well balanced and the lighting seems to work.
3d graffiti creative brisbane
For this composite I wanted to get a bit more hardcore with my work... This was shot in Brisbane for a new development on a cold and wet day. I really lliked the whole vibe of the industrial building/cranes and 'road closed' sign. Added a lot of layers (perhaps too much) but I wanted something darker than all my previous works to match the style of graffiti.
 
3D Graffiti - Prime
3d graffiti Evga overclocking wallpaper

          Working on pushing a sharp style of 3d graffiti. Also getting my work to have a lot more dimension and curve, something that is pretty tricky in 3d.
          Started with only a few shapes in this design then built out (similar to 'Droid). I wanted to balance the two main shapes far left and far right to create an angle to the work. The texture is just a modified version of my defualt 'cool metal' texture - which is something that I created in psd to have a few different types of metals (and bump maps) in the one PSD so it's easy to reuse.
          Added a blue light to the scene to give it a colder feeling, seems to work well with sharp metal.
  3d graffiti Evga overclocking wallpaper 02



3D Graffiti - AMD Phenom Overclocking Wallpaper
          Phenom - is the third work in the series for overclocking/hardware wallpapers.  This work is based around the AMD CPU series Pheonom (as in the word phenomenon).  A rather tricky starting point as there really is no branding or design around the CPU itself - rather plain font and just the blue light effect. So I decided to make the graffiti design stand out by using a very complex style.
          Not really concerned with the legibility of the lettering with this one as there seems to be a balance between legibility, shape, color, and lettering. So with this one I pushed the shape and color at the expense of the other two. 
3d graffiti AMD phenom wallpaper
Download as HD 1920 x 1080 wallpaper

          The graffiti shape itself is based on a cross pattern with the two main arrows wrapping from the back to the front which was hard to do as you can't obscure too much of the lettering else it just looks like a mess..  Originally I had intended to wedge the CPU in between the foot of the 'E and the left foot of the 'M  (where the 'O is) as I intentionally made the two apposing shapes create a matching negative space.
overclocking AMD phenom

Download wallpapers:
1920 x 1080
2560 x 1600
1440 x 900



3d graffiti technica  AMD phenom overclocking
Close up of chip
          The colors - obviously limited to the palette of the logo and brand itself. Had to use more blue than I would have liked in this one  as too much bright green makes it look like an xbox logo.  I always try to stuff as much of elements from the source (in this case the amd logo) into my graffiti designs to try to make it match as close as possible to the style I am working with.  In this one I added the giant AMD green logo smack bang in the center - it works for two reasons.  One - it is rotated in 3d space in the opposite direction to the lettering. Two - its a big square which balances the mess of the curves in the design itself.

3D Graffiti - Deadline
          So this one is again using a more complex style than my previous works.  It comes from a series that I have been working on trying to get a handle on wildstyle in 3d. 
3d graffiti warehouse
          The colors for this were based on the 'Technica design that I did as one of the first graffiti designs on the site.  I really like the black and red combination - it gives the graffiti a sense of evil.  I also wanted this one to have a mechanical feel so as per all my works lately - grey and steel looking.
3d graffiti technica deadline close up
Close up of 'e and texture
          Didn't want to make anything easy about this work so the texture had to be as complex as the letters.  It actually took a lot of time to get a fairly simple texture - rendering wildstyle is actually quiet hard as certain textures just don't work for some reason.  Also certain camera angles don't work as just covering up one little curve can completely change the work.

3D Graffiti - Gigabyte Wallpaper
          So this wallpaper is based on the company Gigabyte. They have some very definite styles to their branding so it makes it so much easier to design with.
3d graffiti Evga overclocking wallpaper

           I don't usually like working with words over about 5 letters as graffiti design makes it look complex enough but when you have a long word it takes a lot of time to get it looking balanced. With this one I tried a few different lettering styles but in the end went with a fairly simple style but made sure the work had a certain flow to it. I wanted this design to be more graphic art than 3d graffiti as gigabyte branding uses a lot of gradients and vectors.
          The color scheme is based on some of their motherboard color designs. The board itself is actually a deep blue - almost like car paint. I also got the idea of the pipe cooling from one of their board designs. They have some really metallic shiny cooling pipes which look really cool. I also wanted this design to stand out at the higher resolutions so I've added a bump map on the lettering itself of the motherboard. This does a few things - breaks up the gradient, adds some secondary reflections and gives the work more of a mechanical feel.
Download wallpapers:
1920 x 1080
2560 x 1600
1920 x 1200
1680 x 1050
1440 x 900
1280 x 1024


3d graffiti Evga overclocking wallpaper 02
Close up of 'A and texture
           Tried a new technique of adding a light source to the inner core of this design. The texture is actually a series of blue LED lights. I thought it would match the Gigabyte style perfectly.

3D Graffiti - Droid
3d graffiti droid render full
          I started off this work with just a basic outline of a sketch with blocked out dimension of where I wanted the letters to be and in what direction they would be facing. I wanted to keep a compact shape to the lettering so that it appears to be one semi-joined object rather than separate lettering.
          The inspiration for this work was of course robotic design. I have been researching a lot of mechanical and industrial design lately, I get a lot of idea for my graffiti work from these magazines and books.
          I kept color right out of this work as it didn't really need it as the shape and curves were enough. I am starting to use the old design technique of turning your image to black and white so that you can see shape and form and not be influenced by color. Most of the time I end up leaving my designs in BW or at least with a very sparing use of color.



3d graffiti droid render
Close up of 'D and 'R
          I designed the bowls and the stems of the 'R first as the letters of D R O I D are fairly similar I repeated the same style all throughout the rest of the lettering making minor tweaks to the lengths and angles to create the rest of the letters. As this is graffiti I wanted to take a bit of liberty with the 'O in the design and turned it into a cube. I thought this would match the design as the rest was very angular the square seemed to be the best choice. Maybe could have had some cords and wired coming off the cube but could have been overkill. Maybe even could have turned it into a light that would illuminate the whole scene.
          One of the biggest problems that I have with metallic designs is getting the lighting right. Controlling the reflections and at the same time keeping the light on the blacks is the same problem that people have when photographing metal in real life. I usually set up a whole lighting rig that involves bouncing the light sources off white objects it seems to give me the best results for controlling reflections.

3d graffiti droid close up render
Top view of 'O cube
          Really like the way the vents or grills turned out in this design. I remember seeing these used in graffiti when I was a kid on some really complex designs. They seem to break up the shapes without actually punching a hole through the lettering and gives the shape an internal dimension.

Minggu, 14 November 2010

Nokia N8

Dimensions
  • Size: 113.5 x 59 x 12.9 mm
  • Weight (with battery): 135 g
  • Volume: 86 cc
Product dimensions
Display and user interface
  • Screen size: 3.5"
  • Resolution: 16:9 nHD (640 x 360 pixels) AMOLED
  • 16.7 million colours
  • Capacitive touch screen
  • Orientation sensor (Accelerometer)
  • Compass (Magnetometer)
  • Proximity sensor
  • Ambient light detector
Keys and input methods
  • Physical keys (Menu key, Power key, Lock key, volume keys, Camera key)
  • Finger touch support for text input and UI control
  • On-screen alphanumeric keypad and full keyboard
  • Dedicated camera and volume keys
  • Possibility to use capacitive stylus
  • Handwriting recognition for Chinese
Colours
  • Anodized aluminium casing, available in:
    • Silver white
    • Dark grey
    • Orange
    • Blue
    • Green
  • Colour availability varies by country
Personalisation
  • Up to three customisable home screens:
    • Widgets
    • Themes
    • Shortcuts
    • Icons
    • Menu
  • Customisable profiles
  • Ring tones: mp3, AAC, eAAC, eAAC+, WMA, AMR-NB, AMR-WB
  • Themes
    • wallpapers
    • screensavers
    • audio themes
    • pre-installed themes
    • changeable colour themes
Power Management
  • BL-4D 1200 mAh Li-Ion battery
  • Talk-time (maximum):
    • GSM 720 mins
    • WCDMA 350 mins
  • Standby time (maximum):
    • GSM 390 h
    • WCDMA 400 h
  • Video playback time (H.264 720p, 30 fps, maximum): 6 h (via HDMI to TV)
  • Video recording time (H.264 720p, 25 fps, maximum): 3 h 20 mins
  • Video call time (maximum): 160 mins
  • Internal memory: 16 GB music playback time (offline mode, maximum): 50 h
Operation times may very depending on radio access technology used, operator network configuration and usage.
Memory
  • Internal memory: 16 GB
  • MicroSD memory card slot, hot swappable, up to 32 GB
Operating Frequency
  • GSM/EDGE 850/900/1800/1900
  • WCDMA 850/900/1700/1900/2100
  • Automatic switching between WCDMA & GSM bands
  • Flight mode
Data Network
  • GPRS/EDGE class B, multislot class 33
  • HSDPA Cat9, maximum speed up to 10.2 Mbps, HSUPA Cat5 2.0 Mbps
  • WLAN IEEE802.11 b/g/n
  • TCP/IP support
  • Capability to serve as data modem
  • Support for MS Outlook synchronisation of contacts, calendar and notes
Requires data service. Data Services may not be available in all networks. Data transmission speeds may be as high as HSDPA 10.2 Mbps, but may vary based upon network capabilities and other conditions. The establishment and continuation of a data connection depends on network availability, provider support and signal strength.
Connectivity
  • Bluetooth 3.0
  • HDMI
  • 2mm Charging connector
  • Micro USB connector and charging
  • High-Speed USB 2.0 (micro USB connector)
    • USB On-the-Go
  • 3.5 mm AV connector
    • FM Radio
    • FM Transmitter
Software platform & user interface
  • Symbian ^3 for Nokia
  • Java MIDP 2.1
  • Qt 4.6.2, Web Runtime 7.2
    • HTML 4.1
  • Software updates Over the Air (FOTA) & Over the internet (FOTI)
  • Flash Lite 4.0
  • OMA DM 1.2, OMA Client provisioning 1.1
Applications
  • Key applications: Calendar, Contacts, music player, internet, messaging, photos, Ovi Store, Maps, Videos, Web TV, Office document viewers, Video & photo editor, Mail, Radio
  • PC Applications: Nokia Ovi Suite, Nokia Ovi Player
Personal Information Management (PIM)
  • Detailed contact information
  • Calendar
  • To-do list
  • Notes
  • Recorder
  • Calculator
  • Clock
Email and messaging
  • Easy-to-use email client with attachment support for images, videos, music and documents .doc, .xls, .ppt, .pdf, .zip
  • HTML support for email
  • Unified push email client supporting multiple protocols: Yahoo!® Mail, Gmail™, Windows Live™, Hotmail and other popular POP/IMAP services, Mail for Exchange
  • Editing of key office documents
  • Email web widget for home screen
  • Unified MMS/SMS editor
  • Conversational view for SMS
Call management
  • Contacts: advanced contacts database with support for multiple phone and e-mail details per entry with personal thumbnail pictures and video clips
  • Smart dialling to find phone numbers quickly
  • Speed dialling, voice dialling (speaker independent) and voice commands
  • Logs of dialled, received and missed calls
  • Conference calling
  • Integrated hands-free speaker
  • Video calling
Browsing and internet
  • Full web browsing of real web pages
  • Web browsing with touch control
  • Supported markup languages: HTML, XHTML MP, WML, CSS
  • Supported protocols: HTTP v1.1, WAP
  • TCP/IP support
  • Visual history, HTML and JavaScript support
  • Flash Lite 4 will support a majority of Flash Player 10.1 content
  • Nokia Mobile Search
  • RSS reader
  • Support for streaming video
  • Unified home screen access to Facebook and Twitter through Ovi by Nokia Social client
  • Social networking profiles visible in phone contacts
  • Upload and view photos and video and see locations via Ovi by Nokia Social client
  • Social networking events visible in phone calendar
GPS and navigation
  • Integrated GPS, A-GPS receivers
  • Ovi Maps with free car & pedestrian navigation
  • Wi-Fi Positioning
  • Compass and accelerometer for correct orientation of display
  • Use Nokia Ovi Suite to get the latest country maps for Ovi Maps on N8 for free
Camera
  • 12 megapixel camera with Carl Zeiss optics
  • Large 1/1.83" optical format image sensor
  • Fullscreen 16:9 viewfinder with easy-to-use touch screen parameters
  • Xenon flash with automatic red-eye removal
  • Face tracking/detection software
  • Autofocus
  • Focal length: 5.9 mm (equivalent to 28mm in 35mm film format)
  • F number/Aperture: F2.8
  • Still images file format: JPEG/EXIF
  • Zoom up to 2x (digital) for still images
  • Zoom up to 3x (digital) for video
  • Secondary camera for video calls (QVGA, 640 x 480 pixels), still image and video capture
  • Favourite settings feature
  • Still camera manual controls for white balance, scene mode, exposure compensation, colour tone, viewfinder framing grid, sharpness, contrast, flash control, light sensitivity (ISO), self-timer, face detection
Image capture
  • Automatic location tagging (Geotagging) of images and videos
  • Images automatically taken in the correct orientation
  • Pinch zoom in Photos image viewer
  • View photos by tag cloud, month, album, slide show
  • Photo editor
  • Online Share with connectivity to popular sharing services
Other
  • Internal memory: 16 GB
  • MicroSD memory card slot, hot swappable, up to 32GB
  • High-Speed microUSB to PC connectivity
Video cameras
  • Main camera
    • 12 megapixel with Carl Zeiss optics
    • HD quality 720p resolution
    • Shoot 16:9 videos in HD
    • 3x digital zoom
  • Video capture in 720p 25 fps with codecs H.264, MPEG-4
  • Ambient stereo audio recording in video (AAC 128kbps, 48 kHz sampling) plus new algorithms to reduce wind noise and control recording level in harsh environments
  • Settings for low light (reduced frame rate), white balance, colour tone
  • Secondary camera for video calls (QVGA, 640 x 480 pixels), still image and video capture
Video codecs & formats
  • H.264 (base profile, main profile, high profile), MPEG-4, VC-1, Sorenson Spark, Real video 10
  • Streaming: H.264, Flash Lite 4 (Flash 10 compatibility for video), On2 VP6, Sorenson Spark
Video sharing and playback
  • HD 720p Video playback on HD TV through HDMI cable
  • *Dolby Digital Plus surround sound when played with HDMI & a home theatre
  • Support for download, streaming, and progressive download
  • Video editing software
  • Videos application: collection of stored videos
  • On demand Web TV widgets to watch local & global internet streaming TV
  • Support for Flash video
  • YouTube browsing and streaming
  • Video call support (WCDMA network services)
Music features
  • Flick scroll to browse the albums in your music collection
  • Ovi Music Unlimited service on selected markets
  • Nokia Ovi Player
  • Ovi Music
  • MP3, WMA, AAC, eAAC, eAAC+, AMR-NB, AMR-WB, E-AC-3, AC-3
  • Bit rate up tp 320 kbps
  • DRM support WM DRM, OMA DRM 2.0
  • FM transmitter
Radio
  • Stereo FM radio (87.5-108 MHz/76-90 MHz)
Gaming
  • Use the touch UI to play games
  • Dedicated processor for 2D/3D graphics acceleration. Support for OpenGL ES 2.0, OpenGL ES 1.1 and OpenVG 1.1
  • Java games
  • Use the accelerometer to play games
Standard Sales Package
  • Nokia N8 mobile computer
  • Nokia Battery BL-4D
  • Nokia Connectivity Cable CA-179
  • Nokia Stereo Headset WH-701
  • Nokia Compact Travel Charger AC-15
  • Nokia Adapter Cable for HDMI CA-156
  • Nokia Adapter Cable for USB OTG CA-157
  • Nokia Stylus SU-36 (selected markets only)
  • Quick start guide
Recommended accessories
  • Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-905
  • Nokia Stylus SU-36
  • Nokia Bluetooth Headset BH-608
  • Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-505
  • Nokia Extra Power DC-11
  • Nokia Mini Speaker MD-9











Selasa, 02 November 2010

Tentang Studentsite

               Studentsite (http://studentsite.gunadarma.ac.id) suatu fasilitas yang harus dimiliki semua mahasiswa Universitas Gunadarma yang di berikan untuk mempermudah semua kegiatan perkuliahan mahasiswa Universitas Gunadarma. Pengguna studensite bermula dari sebuah aktifasi yang langkah-langkahnya sudah di tentukan. Untuk studentsite, mahasiswa wajib mempunyai NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) karena tanpa NPM mahasiswa tidak dapat mengaktifkan studentsite. Jika semua langkah-laangkah sudah terisi dengan benar/sesuai hingga sukses maka setelah itu dapat login, dengan user name dan password sesuai masing-masing mahasiswa.
               Studentsite banyak memiliki manfaat yang sangat di perlukan bagi mahasiswa. Jadi lebih baik di buka minimal seminggu sekali. Fasilitas-fasilitas yang di berikan studentsite antara lain:
1. Baak
   Untuk kegiatan perkuliahan dan administrasi mahasiswa.
2. Lecture massage
   Untuk memberitahukan tentang tugas-tugas perkuliahan.
3. News
   Untuk memberikan informasi terbaru selama perkuliahan.
4. Rangkuman Nilai
    Untuk merekap dan melihat semua nilai dari tiap-tiap pelajaran persemester.
5. Jadwal Ujian
    Untuk melihat jadwal ujian mahasiswa.
6. Jadwal Perkuliahan
    Untuk melihat jadwal perkuliahan mahasiswa.
7. Tugas
    Untuk mengetahui tugas yang diberikan oleh dosen.
8. Tulisan 
    Untuk membuat tulisan hasil karya sendiri.
9. Warta Warga
    Untuk memberitahukan tulisan hasil karya sendiri.
10. Bebas Perpustakaan
    Untuk meminjam buku perpustakaan tanpa biaya.
             Universitas Gunadarma memberikan berbagai macam fasilitas, hal itu di karenakan agar mahasiswa  mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam kegiatan perkuliahan di Universitas Gunadarma.
               Jadi manfaat studentsite adalah:
1. Memberikan informasi terbaru 
2. Memasukan nilai
3. Memberikan suatu kemudahan dalam tugas dari dosen
4. Dapat membicarakan kegiatan atau hal unik pada forum diskusi
5. Merekap semua kegiatan selama perkuliahan.
               Dan kekurangannya adalah:
1. Proses ketika ingin masuk ke situs studensite susah sekali.
2. Proses aktifasi studentsite banyak yang gagal jadi harus laporan ke dosen.

Senin, 25 Oktober 2010

Fungsi Rumah Sebagai Status Sosial


Dalam sebuah rumah dibangun memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Sebagai tempat tinggal yang nyaman
2. Sebagai sumber ibadah
3. Sebagai sumber ilmu
4. Sebagai sumber pendapatan.

Rumah Sebagai Tempat Tinggal yang Nyaman.
          Rumahku Surgaku. Begitu kata Rasulullah Muhammad SAW. Sebuah rumah akan terasa nyaman untuk ditingggali jika dia memenuhi beberapa kriteria. Antara lain, lapang dan bersih.
          Lapang tidak harus identik dengan luas. Tapi bisa dikarenakan tidak banyak sekat dan hanya diisi dengan perabotan yang sangat diperlukan saja. Sebuah  rumah didesain tidak memiliki banyak sekat. Selain itu perabotan yang ada hanya seperlunya saja. Tidak terlalu banyak asesoris, baik di dinding maupun di lantai. Kebersihan juga akan membuat rumah terasa nyaman. Meletakan tempat sampah di setiap ruangan. Sehingga tidak ada alasan untuk menaruh atau membuang sampah sembarangan. Sapu dan pel lantai setiap hari. Bersihkan juga debu yang menempel di kaca atau perabotan sesering mungkin.

Rumah sebagai Sumber Ibadah.
          Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Terangilah rumahmu dengan sholat dan bacaan Qur’an.”
          Oleh karena itu, sebuah rumah juga perlu didesain agar penghuninya mudah untuk beribadah. Antara lain harus ada ruangan untuk tempat sholat secara berjama’ah dan membaca Qur’an. Lebih bagus lagi jika ada satu ruangan yang cukup besar untuk mengadakan pengajian.



Rumah Sebagai Sumber Ilmu.
          Belajar adalah kebutuhan manusia. Belajar tidak identik dengan sekolah. Belajar bisa dimana saja, termasuk di rumah.
          Setidaknya sediakan satu ruang sebagai perpustakaan. Agar para penghuni rumah bisa mencari dan membaca buku yang dia perlukan. Buat ruangan tersebut nyaman untuk membaca. Gunakan lampu yang cukup terang, sehingga mata tidak terasa lelah membaca dalam waktu yang cukup lama.
           Lebih baik lagi jika sebuah rumah ada akses internet. Karena saat ini banyak sekali ilmu yang bisa kita dapatkan melalui internet.

Rumah Sebagai Sumber Pendapatan.
          Nah, ini cukup menarik. Di beberapa negara barat, ini yang dikenal dengan konsep SOHO (Small Office Home Office). Rumah menyatu dengan tempat kerja.
Apalagi bagi yang tinggal di kota-kota besar. Konsep SOHO ini bisa menghindarkan diri dari kemacetan. Lebih hemat waktu & hemat biaya. Waktu tidak banyak terbuang di jalan. Sehingga bisa lebih produktif. Bahkan saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang membolehkan pegawainya untuk mengerjakan tugas-tugasnya di rumah saja.
          Dengan teknologi informasi dan internet seperti sekarang, banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana saja. Mulailah kita berpikir untuk memanfaatkan teknologi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita. Teknologi tersebut sangat membantu kita untuk bekerja secara bersama dengan rekan-rekan kita, walaupun tidak berada di satu tempat.

Semoga rumah kita semua bisa memiliki 4 fungsi tersebut.

Sumber : http://hertantowidodo.com/jurnal/4-fungsi-rumah.html